Senin, 15 Oktober 2012

Ratusan Pelanggan PLN Mengeluh

KAYUAGUNG, -Puluhan bahkan diduga ratusan pelanggan selaku konsumen PT PLN Ranting Kayuagung mengeluh. pasalnya, selama beberapa bulan terakhir tagihan listrik pada rekening yang dibayar nominalnya membengkak dan tidak sesuai dengan pemakaian. Namun pelanggan tidak bisa berbuat banyak untuk complain karena tempat pembayaran tagihan listrik sudah dilakukan di loket yang disiapkan pihak ketiga, seperti lembaga perbankan. Protes atau complain hanya bisa dilayani di kantor PT PLN Ranting Kayuagung. Seperti yang dikeluhkan pelanggan atas nama Herman SH warga Kelurahan Jua-Jua Kayuagung. Setidaknya, sudah 3 bulan terakhir tagihan rekeningnya membengkak. Bahkan nominal tagihan setiap bulan selalu mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Rincian tagihan Herman SH bulan Agustus sekitar Rp 250 ribu, September naik menjadi Rp 299 900, dan Oktober menggelembung mencapai sekitar Rp 320 ribu. Pelanggan mengeluh atas tagihan ini dan mempertanyakannya ke PT PLN Ranting Kayuagung. Dijelaskannya, nominal tagihan tersebut sangat tidak sesuai dengan pemakaian daya listrik setiap bulannya. Karena listrik hanya digunakan untuk beberapa buah lampu, dispenser, kipas angin, charge HP dan mesin pompa air. ”Itupun tidak digunakan setiap saat, lampu hanya menyala malam hari. Dispenser, kipas angin, mesin pompa air dan charge HP digunakan pada saat tertentu saja. Bahkan listrik tidak digunakan untuk televisi karena jeleknya sinyal UHF, jadi tidak pernah menyalakan televisi,”cerita pelanggan tersebut. Ironisnya lagi dijelaskan dia, ada kejanggalan pada standmeter untuk mengukur penggunakan aliran listrik. Contohnya pada bulan September di struk pembayaran listrik tertera pemakaian listrik berkisar antara 40 ribu-45 ribu KWH, padahal di standmeter saat ini pemakaian baru mencapai angka 42 ribu KWH. ”Sedangkan untuk bulan Oktober ini saja, standmeternya baru menunjukkan angka tidak sampai 43 ribu KWH. Tapi pada bulan lalu (September) kami sudah membayar rekening dengan angka standmeter hingga 45 ribu KWH yang tertera pada struk tagihan listrik,”jelasnya. ”Jadi kami sebagai pelanggan jelas mengeluh karena dirugikan. Apalagi nominal tagihan selalu naik setiap bulan, sedangkan pemakaian aliran listriknya tidak seberapa,”ujarnya. Sementara itu, Indra Dunawan selaku Kepala Seksi Pelayanan PT PLN Ranting Kayuagung ditemui di ruang kerjanya kemarin mengatakan, adanya kejanggalan tersebut jelas merugikan pelanggan. Karena istilahnya, pelanggan sudah terlebih dulu membayar namun aliran listriknya belum dipakai. ”Ini mungkin ada kerusakan pada alat pengukur pemakaian aliran listrik pada standmeter pelanggan. Kami akan melakukan pemeriksaan dan perbaikan pada alat yang dipasang di rumah pelanggan tersebut. Akan kami lakukan dalam waktu dekat,”janjinya. Dijelaskannya, setelah alat tersebut diperbaiki nantinya, tagihan listrik pelanggan yang bersangkutan akan normal kembali sesuai pemakaian. ”Jadi setelah diperbaiki nanti, pembayaran rekening tagihannya hanya sekitar Rp 50 ribu-Rp 100 ribu sesuai pemakaian daya listrik,”ucap pria yang kerap disapa Guluk ini.(dilaporkan oleh Maniso)

Tidak ada komentar: