Minggu, 14 Oktober 2012

Alokasi Pupuk Mulai Diserap Petani

PAGARALAM – Sebelumnya, akibat kemarau, alokasi pupuk oleh petani yang ada di Kota Pagaralam tidak banyak. Saat ini, serapan atau permintaan kebutuhan berbagai jenis pupuk memasuki musim penghujan belakangan, mulai mengalir untuk persiapan musim tanam Okmar (Oktober-Maret). Eeng, salah satu agen pupuk Urea resmi dari Pusri mengatakan, belakangan alokasi kebutuhan pupuk mulai diserap petani melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Sebab, belakangan ini hujan mulai sering turun mengguyur areal pertanian untuk musim tanam ke depan. “Berdasarkan rekap penyaluran urea subsidi di lima kecamatan di September sudah kita salurkan sebanyak 177,7 ton. Sementara untuk di Oktober ini bertahap akan kita salurkan lagi disesuaikan dengan permintaan petani melalui RDKK,” terangnya Menegani pengawasan distribusi pupuk khususnya Urea lanjutnya tetap intensifkan di lapangan. Serapan pupuk untuk setiap bulannya fluktuatif, dengan kata lain dari rencana kuota yang ditetap terkadang tidak semuanya disalurkan bahkan sebaliknya tidak mencukupi kebutuhan. Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Holtiukultura Kota Pagaralam Jumaldi Jani SP MM melalui Kabid Ketahanan Pangan mamat SP, sejauh ini di Kota Pagaralam mulai memasuki musim tanam Okmar. “Dari informasi yang kita himpun, intensitas hujan dikategorikan masih sedang, dengan demikian petani bisa kembali memulai melakukan aktifitas tanam padi atau jenis tanaman lainnya,” jelas Mamat. Ditambahkan Kabid PLA dan Sarana dan Prasarana Rahmawati SP melalui Kasi Pupuk dan Pestisida Erizon SP, dari laporan sejumlah agen yang diterima, memang pupuk mulai didistribuikan ke petani. “Dari laporan para agen ataupun toko pupuk, poktan atau petani mulai memesan dan membeli pupuk untuk memenuhi kebutuhan tanam,” pungkasnya. Untuk kuota pupuk sepanjang 2012 diantaranya, Urea sebanyak 3.145, 09 ton, SP-36 814,27 ton, ZA 416,98 ton, NPK Phonska 2.120,65 ton, sedangkan pupuk Organik 401,29 ton. Jika dibandungkan kuota 2011 lalu, Urea 3.422,61 ton, SP-36 684,99 ton, ZA 352 ton, NPK Phonska 2.070,6 ton, dan pupuk Organik 176 ton.(dilaporkan oleh : Agung Prambudi)

Tidak ada komentar: