Gelar
tersebut diberikan suku Ranau saat digelar pengajian akbar di Desa Tanjung Baru
Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan,
Sabtu (20/10/2012).
Prosesi
pemberian gelar ini dimulai dengan penyambutan terhadap Ishak Mekki yang
didampingi Tartilah Ishak dengan memasangkan pakaian adat suku Ranau.
Selanjutnya
Ishak Mekki dan Tartilah Ishak masuk ke awan gemisir, sebuah tandu yang dibalut
kain beludru warna merah dengan hiasan motif tumbuhan warna emas, yang diiringi
pujian kepada Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Ranau yang disebut seni Hadrah.
Sesampainya
di lokasi acara, Ishak Mekki dan Tartilah Ishak diberikan gelar oleh pemangku
adat Indra Bangsawan yang begelar Sutan Hidayat.
Jika
Ishak Mekki diberi gelar “Raja Penyimbang Alam”, maka Tartilah Ishak diberi
gelar “Batin Kesuma Pertiwi”.
“Batin
Kesuma Pertiwi artinya batin yang mampu menjaga keutuhan rumah tangga
keluarganya, dan rumah tangga banyak orang,” kata pemangkut adat suku Ranau
Syamsul Fuad yang bergelar Dalom Suryaninggrat, saat membacakan surat pengukuhan gelar
yang diterima Ishak Mekki dan Tartilah Ishak.
“Dengan
pemberian gelar ini, maka Ishak Mekki dan Tartilah Ishak merupakan keluarga
dari suku Ranau. Sebagai keluarga, kami mendoakan, berjuang, untuk memenangkan
H. Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumsel 2013-2018,” kata Indra Bangsawan.
Sejak
awal hadir di lokasi pengukuhan hingga akhir acara, sekitar 5.000 warga yang
hadir tak henti meneriakan “Hidup Ishak Mekki! Ishak Mekki Gubernur!”
Pernyataan
dukungan terhadap pencalonan H. Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumsel periode
2013-2018 juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Warkuk
Ranau Selatan Ferliansyah.
“Pak
Ishak Mekki merupakan sosok yang agamis dan peduli pendidikan agama Islam,
kelompok pengajian, kesenian dan tradisi Islam, serta anak yatim-piatu,
sehingga beliau sangat pantas memimpin masyarakat Sumsel ke depan,” kata Ferliansyah.
Terhadap
gelar yang diterima dirinya dan istri tercintanya, Ishak Mekki mengucapkan
terima kasih telah diterima sebagai keluarga dari suku Ranau. Suku yang
mayoiritas berada di ujung selatan provinsi Sumatera Selatan.
“Saya
bangga menjadi bagian dari suku yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan
adat-istiadat,” kata Ishak yang disambut teriakan yel-yel “Hidup Ishak Mekki!
Ishak Mekki gubernur Sumsel! dari massa
yang hadir.
“Jika
saya diridhoi dan dipercaya masyarakat Sumsel menjadi gubernur, maka menjadi
kewajiban saya memajukan dan mensejahterahkan masyarakat Sumsel, seperti halnya
masyarakat yang ada di sini,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini.
Pada
acara ini Ishak Mekki dan Tartilah Ishak mengumrohkan tiga ibu yang berasal
dari kelompok pengajian Warkuk Ranau Selatan, serta memberikan santunan kepada
seratusan anak yatim-piatu.
Menurut
Wakil Ketua I DPD PD Sumsel Chairul S Matdiah, Ishak Mekki merupakan pemimpin
yang diimpikan dari berbagai suku untuk memimpin Sumatera Selatan.
“Buktinya
dengan banyaknya pemberian gelar adat yang telah diterimanya,” kata Chairul.
Misalnya
gelar Pangeran Adipati Nata Negara dari Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam,
kemudian Raden Tumenggung Ishak Mekki Notonegoro yang diberikan masyarakat Jawa
melalui Keraton Surakarta, lalu masyarakat Minangkabau memberinya gelar Sutan
Bagindo Nansati.
Setelah
menghadiri pengukuhan gelar adat itu, Ishak Mekki yang hadir bersama sejumlah
kader Partai Demokrat dan para pendukungnya, mengunjungi posko Ishak Mekki Fans
Club di Muaradua.
Di
hadapan ratusan relawan pemenangan yang dipimpin Satriyani, Ishak Mekki
berharap agar para relawan yang tergabung dalam Ishak Mekki Fans Club terus
bekerja keras dalam menggalang kekuatan masyarakat, “Sebab jika saya terpilih
menjadi Gubernur Sumsel, maka kepentingan masyarakatlah yang saya kerjakan
setiap saat,” ujarnya.
Di
akhir dialog, Ishak Mekki menyumbangkan dua ekor sapi kurban bagi masyarakat di
sekitar posko Ishak Mekki Fans Club.(info humas)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar