Kamis, 14 Oktober 2010

Masyarakat diimbau untuk waspadai penyakit ISPA, DBD, Diare

Palembang, BP

Musim hujan kerap mendatangkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Agar tubuh terhindar dari penyakit sebaiknya menerapkan pola hidup yang sehat.
Saat musim hujan tiba, perkembangan dan penyebaran parasit, bakteri, dan virus yang menjadi penyebab penyakit semakin masif. Beberapa penyakit yang sering muncul ketika musim hujan, antara lain influenza, demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, kaki gajah, diare, dan gangguan pencernaan.
Pada musim hujan, virus pembawa penyakit yang beterbangan di udara jumlahnya meningkat. Oleh karena itu, tidak heran jika ketika musim hujan lebih banyak orang yang terserang penyakit, terutama influenza. Selain virus yang beterbangan, ada juga virus yang dibawa oleh binatang, seperti nyamuk dan tikus. Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD, misalnya, akan berkembang pada musim hujan dan berkembang biak dengan cepat di genangan air. Selain genangan air, nyamuk itu juga potensial berkembang biak di tumpukan barang bekas, seperti kaleng dan plastik.
Berdasarkan konsep terjadinya suatu proses penyakit khususnya penyakit infeksi, timbulnya penyakit sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara faktor lingkungan, daya tahan tubuh, dan kuman penyakit Air hujan yang kotor dapat mencemari sumber-sumber air bersih.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Gema Asiani mengimbau kepada Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyakit yang biasa muncul seiring dengan datangnya musin penghujan. Seperti penyakit infeksi saluran napas akut (Ispa), Diare, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan demam typoid. Untuk itu, masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan, tidak makan sembarangan dan meningkatkan kondisi tubuh serta istirahat yang teratur.
““Penyakit-penyakit seperti itu biasa muncul bersamaan dengan datangnya musim penghujan, Yang jelas kita dari Dinkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kondisi badan, makan-makanan yang bergizi serta istirahat yang cukup,”ujarnya.
Menurutnya peralihan dari musim kemarau ke musim hujan biasanya mengakibatkan daya tahan tubuh kurang baik, akibatnya penyakit Ispa mudah menyerang. Sedang, diare biasanya berkaitan dengan masalah makanan. Artinya, jangan makan sembarangan.
Ditambahkannya, saat ini musim tidak menentu kadang hujan kadang tidak ini mengakibatkan potensi penyakit sangat banyak termasuk penyakit DBD, pada musim penghujan ini masih berpotensi untuk menyerang orang. Karena banyak tempat-tempat yang tergenang air seperti pot-pot bunga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk DBD. “Nyamuk DBD ini senangnya berkembang biak di air-air yang bersih. Pot-pot bunga yang tergenang air biasanya luput dari perhatian kita, padahal di sana nyamuk bisa berkembang biak dengan subur,” ujarnya.
Gema Asiani mengatakan, pada bulan September sebanyak 22 orang yang menderita penyakit DBD serta 3769 orang yang menderita Diare ini berdasarkan data dari Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Palembang.cr1

Tidak ada komentar: