Jumat, 14 Desember 2012

Ribuan Ikan di Sungai Komering Mendadak Mati

KAYUAGUNG, - Pagi itu (14/12/2012), puluhan warga yang bermukim di daerah aliran sungai Komering panen ikan dengan menggunakan perlengkapan seadanya seperti jaring serta tanggul. Ikan itu bukan hasil budidaya Melainkan ikan yang mabuk atau mati.
            Sebagian warga menilai kematian ikan-ikan disungai komering tersebut karena air sungai sudah tercemar akibat dari limbah perusahaan perkebunan di bagian hulu sungai Komering OKI. “Diketahui ikan-ikan sungai ini mulai mabuk sejak dua minggu yang lalu, tetapi tidak setiap hari, kadang-kadang hanya satu hari, kemudian lusa ada lagi, sempat tidak ada lagi yang mabuk sejak tiga hari yang lalu, tetapi hari ini sudah ada yang mabuk lagi. Mungkin ini akibat dari limbah perusahaan perkebunan di hulu sungai,” jelas Yudi, warga Kelurahan Mangun Jaya yang juga ikut menangkap ikan mabuk tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Yudi, Awalnya warga belum mengetahui kalau banyak ikan mabuk disungai yang biasanya digunakan oleh warga setempat untuk mandi ini, namun alangkah terkejutnya ketika kami pagi itu hendak mandi kesungai banyak melihat ikan baung sudah mengapung melihat kondisi tersebut warga langsung pulang dan mengambil peralatan untuk menangkap ikan seperti jaring.
“Ada bermacam-macam jenis ikan yang mabuk seperti Ikan Baung, Nila, Bawal dan beberapa jenis ikan lainnya.”jelas Yudi. Kejadian ini setidaknya membuat sebagian warga merasa senang dan bahagia karena bisa mendapatkan banyak ikan sehingga tidak perlu lagi membeli kepasar. Namun, tidak demikian bagi warga yang memiliki kerambah ikan di sepanjang sungai komering, karena sebelum panen, ikan mereka sudah keburu mati.
Mendapati laporan dari warga prihal kematian ikan-ikan disungai komering tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten OKI, Abdul Mutholib beserta beberapa perangkatnya langsung menuju kelokasi dan melakukan pengukuran kualitas air sungai.  “Memang kejadian ini sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir tapi tidak setiap hari,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, dari Hasil pengukuran air yang dilakukan pihak DKP OKI, bahwa kondisi air sungai Komering saat ini dalam keadaan keruh karena air memang sedang naik.” Dengan demikian zat-zat kimia di perairan umum seperti sungi komering ini sangat banyak, sehingga oksigen dalam air tersebut berkurang, dengan demikian ikan mengalami kekurangan oksigen,” ungkapnya.
Menurut Abdul Muthalib, matinya ikan-ikan itu bukan semata-mata akibat dari PH (keasaman) air turun, tetapi juga akibat DO dan Oksigenya turun.” PH air setelah kita ukur hanya 5,5  padahal normalnya 6,8-8,7. Kemudian DO hanya 1,8 ppm padahal standarnya 3,5-6 ppm, hal inilah yang membuat ikan banyak yang mabuk,” ujarnya.
Dengan kondisi air sungai seperti itu, kata Abdul Muthalib, Suspensi atau tingkat kekeruhan air sangat tinggi, hal ini akibat dari reaksi fisicel kimia  yang tinggi, dengan demikian harus berbagi dengan Ikan, akibatnya DO berkurang.” Dalam situasi seperti ini sebenarnya kita sangat dirugikan karena ikan banyak yang mati, tetapi ini akibat dari kondisi alam, mengenai kualitas air itu tercemar atau tidak itu tugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH),” terangnya.
Sementara itu, kepala Bidang (kabid) Pengkajian Dampak Lingkungan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten OKI,  Husin Asnawi menerangkan, ikan tersebut mati disebabkan Tingkat keasaman (PH)  air sungai cukup tinggi akibat peralihan musim, dari musim kemarau ke musim Hujan.” Keasaman air sungai yang meningkat akibat dari musim kemarau yang berubah saat ini hujan turun terus menerus,” katanya.
Karena  curah hujan yang meningkat, menyebabkan air dari rawa-rawa meluap dan semuanya masuk kedalam sungai.” Saat air rawa itu masuk ke sungai, bukan hanya membawa kotoran tetapi juga rumput-rumputan, sehingga bisa menyebabkan air sungai tercemar,” Pungkas Abdul Mutholib.(romi maradona)

Tidak ada komentar: