Jumat, 12 Oktober 2012
Tragedi KM Bahuga Jaya vs Tanker Norgas Chanthika "Jemput Anak Pulang dari Arab Berujung Petaka"
Niat untuk berkumpul dengan anak tercinta yang merantau keluar negeri bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berujung petaka begitula nasib Ruslani (69) dan Istrinya Dariyah (65) penumpang KM Bahuga Jaya yang tertabrak kapal Tanker Norgas Chanthika diselat sunda sekitar Pukul 04.45 wib Rabu dini hari kemarin(26/09) yang bermuatan ratusan penumpang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Ruslani dan Istri beserta rombongan berangkat dari desa Karya Usaha kecamatan mesuji makmur dengan menggunakan Mobil Minibus LGX untuk menjemput salah seorang anak korban bernama Badriyah yang pulang dari arab saudi namun, nasib malang menimpa keluarga korban kapal yang mereka tumpangi ditabrak Kapal Tanker sehingga Korban Ruslani dan Istrinya Dariyah Meninggal dalam kejadian tersebut.
Menurut Wartono Bawon salah seorang keluarga korban selamat dalam kejadian tersebut mengutarakan, bahwa dirinya bersama keluarga yang lain berada dalam satu mobil “ Kami dari menjemput anak korban yang bernama Badriyah dari arab saudi di pamelang, jawa timur dengan menggunakan minibus LGX jumlah penumpang semuanya ada delapan orang”tuturnya sembari menahan tangis.
Wartono mengatakan, kejadian yang menimpanya itu terjadi sekitar pukul 04.45 Wib ketika itu sebagian keluarga masih berada didalam mobil dan sebagian diluar tapi ketika mobil dalam posisi miring semua keluarganya yang berada didalam mobil keluar dan berkumpul didepan “ Kita semua berkumpul didepan mas karena posisi kapal mulai tenggelam bagian belakangnya dan saat itu semuanya sudah menggunakan pelampung ketika kapal sudah habis masuk kedalam air disitulah kita terpisah dan mengapung dilaut”ujarnya.
Diceritakannya, dirinya bisa selamat karena menggunakan pelampung dan berhasil meraih pelampung besar dirinya sempat mengapung didalam air sekitar satu jam dan selama itu pula belum ada pertolongan sama sekali sekitar jam setengah tujuh baru dievakuasi oleh tim sar dan diangkat kekapal disanalah dirinya bertemu dengan sopirnya Suliyo dan dievakuasi ke bakauni lampung.
“Kita baru tau kalau Korban beserta Istrinya meninggal setelah melihat pengumuman nama-nama korban di pelabuhan kemudian kami bersama Suliyo mencari korban dan kemudian kami langsung membawa korban pulang dan sampai di rumah duka pada sore kemarin (Red.Rabu) sementara empat korban yang selamat lainnya di bawa kerumah sakit merak dan sekarang masih dalam perjalanan pulang kekampung”imbuhnya ketika dibincangi kemarin.
Sementara itu Harsono, anak pertama korban mengatakan, dirinya tidak menyangka kalau kepergian ayah dan ibunya ini merupakan yang terakhir kalinya karena sebelum pergi kejawa ayahnya sempat berpamitan dengan keluarga dan mengatakan “ Payo salaman siapo tau ini yang terakhir kalinyo kito salaman”ujarnya menirukan perkataan ayahnya saat hendak berangkat. Sedagkan ibunya mengatakan, kalau dirinya ingin ikut kejawa untuk membeli jarek (Kain Kafan) “Biar kalu mati kagek kamu dak susah lagi beli Jarek” ujarnya yang juga menirukan pembicaraan ibunya. Dirinya tidak menduga kalau semua perkataan yang diucapkan ayah dan ibunya tersebut merupakan firasat kalau almarhum akan meninggalkan semua keluarganya.
Harsono melanjutkan, keluarga korban yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Ruslani (69) Korban Tewas , Dariyah(65) Korban Tewas, Hartono Bawon (56)Adik Korban, Sobri(30) Annak Korban, Silvia Meilani Putri (27) Menantu Korban, Azam (4) cucu korban, Badriyah anak korban, dan Suliyo (Sopir korban).
Pantauan koran ini dilapangan isak tangis menyelimuti keluarga korban yang berada didesa karya Usaha Mesuji Makmur dan jenazah korban juga belum sempat dimakamkan karena masih menunggu keluarga korban yang berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut yang masih dalam perjalanan pulang karena keluarga korban yang selamat ingin bertemu dengan Korban untuk terakhir kalinya dan korban meninggalkan delapan orang anak.
Keluarga Korban juga berharap pihak perusahaan mau memberikan gantirugi kepada keluarga korban mengingat banyak kerugian yang dialami dalam tragedi tersebut seperti mobil, dan barang-barang berharga lainnya “kita berharap ada ganti rugi dari pihak perusahaan seperti santunan dan lain sebagainya”ungkap harsono (Romi Maradona)
keterangan
Satu keluarga berjumlah 8 orang menggunakan mobil minibus LGX
Korban Tewas
Ruslani (69), Dariyah(65)
Korban Selamat
Hartono Bawon (56), Sobri(30), Silvia Meilani Putri (27), Azam (4), Badriyah, dan Suliyo.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar