Rabu, 17 Oktober 2012
Tebat Giri Jadi Sasaran Pembangunan Berbasis Kawasan
PAGARALAM - Untuk meningkatkan infrastruktur fisik dan taraf hidup khususnya di pemukiman padat penduduk, Kota Pagaralam mendapatkan suntikan bantuan dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sekitar Rp 2 miliar lebih
untuk mengatasi masalah pemukiman kumuh melalui program Penanganan Lingkungan Perumahan Pemukiman Kumuh Berbasis Kawasan (PLP2K-BK).
Saat ini untuk rencana pembangunan fisiknya mulai dilaksanakan, dan telah ditinjau secara langsung ke lokasi sejauh mana progress pengerjaannya oleh Wakil Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes, kemarin.
Wakil Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam Drs Zulkifli MM melalui staf bidan Fisik dan Infrastruktur Ahmad Hariri mengakui, sasaran PLP2K -BK adalah pengembangan kawasan kumuh meliputi pembangunan infrastruktur yang memang kondisi di daerah dimaksud memang minim sarana. . Kategori yang disetujui adalah pemukiman yang padat tapi kumuh. Semisal, adanya sampah, minim dreanase, masih ditemui rumah tak layak huni miliaran yang nantinya
untuk dibangun untuk beberapa item kegiatan dalam satu kawasan.
Dijelaskannya, kategori pemukiman padat tapi kumuh, semisal adanya sampah, minim dreanase, masih ditemui rumah tak layak huni (RTLH) di satu kawasan tersebut. “Sebelumnya, kita telah mengusulkan tiga kelurahan untuk mendapatkan bantuan PLP2K - BK, yakni Sukorejo, Bangun Jaya dan Tebat Giri Indah yang lolos untuk disetujui,” ungkap Ahmad.
Sementara itu, saat ditemui Surmida SE selaku Lurah Tebat Giri Indah mengatakan sangat merespon positif program pengembangan kawasan pemukimanan padat dan kumuh. Adapun item kegiatannya, meliputi pembangunan infrastruktur, berupa peningkatan jalan aspal/cor beton dan dreanase, jalan tanah menjadi beton, Tempat Pmbuangan Sampah Sementara (TPSS) tersebar di 3 titik, Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 20 tiang, sarana MCK plus sumber air. Pengelolaan air tanah berupa sumur bor beserta instalasi perpipaan yang nantinya dijadikan air bersih umum yang saat ini belum dijangkau pelayanan PAM yang nantinya bisa dinikmati warga sekitar, dan PAUD.
Dengan adanya PLP2K -BK diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Diakuinya, pembangunan infrastruktur banyak dipusatkan di wilayah pemukiman RW 1 dan 2 atau Tebat Baru Ilir dan Ulu.yang memang kondisinya memang padat penduduk dan masih minim dengan infrastruktur yang dimkasud. Secara total jumlah penduduk di 4 RW sekitar sebanyak 1,554 KK yang dihuni 6 ribu jiwa labih dari jumlah ini sekitar 70
persennya berdomisili di lingkungan RW 1 dan 2.
“Dari informasi yang kita terima pembangunan infrastruktur melalui program PLP2K -BK rampung sekitar Desember 2012 mendatang yang mulai dilaksanakan sekitar 10 Oktober lalu yang ditandai dengan titik Nol,” ungkap Surmidah SE.(Agung Prambudi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar