Rabu, 17 Oktober 2012

Disnakan Bentuk Timsus Monitor Kesehatan Hewan Qurban

PAGARALAM - Pengawasan hewan qurban menjelang hari raya Idul Adha 1433 H dalam waktu dekat ini, pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kota Pagaralam bakal bentuk tim khusus untuk memonitor kondisi kesehatan hewan qurban sehingga benar-benar layak untuk disembelih. Demikian diungkapkan Plt Kadisnakkan Drh Pietermansyah melalui Kabid Peternakan Sukman, dirinya mengakui sejauh ini belum bisa dipastikan secara tepat jumlah kebutuhan hewan qurban baik itu sapi atau kambing. Sebab masih dilakukan pendataan ke lapangan. “Diperkirakan, kebutuhan hewan qurban untuk Idul Adha sedikitnya sekitar 125 ekor baik itu sapi dan kambing. Yang jelas, pendataanya tidak hanya di pasar juga ke masjid-masjid yang ada di setiap kelurahan,” ungkap Sukman seraya menyebutkan, umumnya sapi yang akan dikurbankan adalah jenis lokal jika dibandingkan dengan sapi luar yang dagingnya lebih banyak dan harganya hingga tembus Rp 15 jutaan per ekornya, kemarin (17/10). Disebutkannya, adapun tim khusus yang dimaksud adalah gabungan satker yang ada termasuk melibatkan aparat kepolisian, yang memang di SK kan oleh wawako Pagaralam. “Mereka ini nantinya paling lambat bergerak ke lapangan memeriksa kesehatan sapi atau kambing untuk layak diqurbankan paling tidak H-3 sebelum Idul Adha,” ungkap dia. Untuk kebutuhannya nanti, ditegaskan Sukman tidak perlu khawatir kekurangan. Sebab, belakangan ini banyak ditemui pedagang sapi dadakan jelang Idul Adha. Selain itu, dia juga tidak menampik kelompok usaha peternakan sudah mulai tumbuh di Kota Pagaralam semisal ditemui di Kawasan Dusun Gunung Gendang, Blumai, Suka Sinta, Tanjung Menang Tanah Pilih, Meringang, Jambat akar, Gunung Agung Pauh. “Untuk stock kebutuhan tak perlu khawatir kekurangan, untuk hewan qurban,” ujarnya. Sementara itu, ditambahkan Kasi Bina Usaha Peternakan dan Keswan Drh Anhar melalui staffnya Drh Yetni mengakui, khusus pemeriksaan keswan akan ditangani langsung oleh mereka. Singgung dia, adapun penyakit yang diantidsipasi adalah cacing hati yang belakangan ini memang kerap ditemui bahkan didapat sapi yang terjangkit seperti di tahun lalu. “Umumnya penyakit hewan qurban ini adalah cacing hati yang kerap ditemui, kendati demikian juga penyakit lainnya atau hewan qurban yang cacat tidak boleh diqurbankan,” ungkap dia. (Agung Prambudi)

Tidak ada komentar: