Sabtu, 13 Oktober 2012

Desa Balian OKI Mulai Bergejolak

KAYUAGUNG, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan aparat keamanan dari Kepolisian resor (Polres) dan Kodim 0402 harus siaga sejak sekarang untuk meredam emosi masyarakat di Desa balian Jaya, Kecamatan Mesuji Raya OKI, yang mulai bergejolak karena permasalahan kebun Plasma dan masalah dualisme Koperasi Unit Desa (KUD). Informasi yang dihimpun koran ini dari masyarakat Desa Balian, bahwa kondisi Desa tersebut beberapa hari belakangan ini sudah mulai menghawatirkan, karena ancaman bentrok sudah mulai terlontar dari masyarakat dan masing-masing kubu dari dua KUD di Desa tersebut. Sebelum situasi benar-benar memanas, masyarakat berharap ada langkah tegas dari pemerintah Kabupaten OKI untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Bahkan sampai saat ini aparat kepolisian harus terus waspada dilapangan jangan sampai terjadi bentrok antara kedua kubu yang bertikai. Kondisi ini juga disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) OKI M Toufik saat sidang paripurna dengan agenda mendengarkan Jawaban Kepala Daerah OKI terhadap pandangan umum terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan tahun anggaran 2012, Kabupaten OKI. “Perlu saya sampaikan kepada pak Bupati OKI, bahwa saat ini kondisi Desa Balian mulai bergejolak, terkait dengan masalah pembagian plasma yang tidak merata, kemudian masalah dualisme KUD yang sampai saat ini belum selesai, sehingga memunculkan dua kelompok yang berpotensi menimbulkan keributan,” terang M Toufik. Anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat ini berharap kepada pemerintah segera mengirim tim terjun ke lokasi untuk meredam amarah masyarakat.” Selain ada tindakan cepat dari pemerintah Kabupaten, kami berharap pihak keamanan dari Polres dan Kodim untuk segera turun ke Lokasi untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi bentrok yang mengakibatkan adanya korban jiwa,” ungkapnya. Menanggapi hal itu Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Engga Dewata Zainal yang mewakili bupati saat sidang paripurna, mengatakan pihaknya akan langsung mengirimkan tim ke lapangan untuk meredam masalah tersebut.” Pemkab OKI sebelumnya sudah membentuk tim untuk menangani sengketa lahan dan tapal batas, tim ini yang segera kita kirim kelapangan,”terangnya. Dijelaskanya, masalah yang terjadi di Desa balian ini memang sebelumnya sudah menjadi perioritas utama dari pemkab OKI untuk segera diselesaikan.” Ada sekitar 35 sengketa lahan, tapal batas, dan sengketa tanah yang terjadi di OKI, semuanya akan dipercepat penyelesaianya agar tidak berlarut-larut sehingga menjadi bom waktu,” tambahnya. Kapolres OKI AKBP agus Fachtulloh didampingi kabag Ops, Kompol Taswin menegaskan bahwa sudah beberapa minggu belakangan ini pihaknya sudah mengirim anggota untuk mengamankan situasi di lokasi.” Ada dua hal yang kita periorotaskan pengamanannya yakni penyelesaian sengeketa di Desa Sodong, Kecamatan Mesuji dan Sengketa dualisme KUD di Desa Balian,” terangnya. Menurut Kapolres, sampai saat ini pihaknya terus memonitor laporan dari anggotanya di Lapangan terkait kondisi di Desa Balian.” Sampai saat ini menurut kami tidak begitu memanas seperti isu-isu yang berkembang di Masyarakat, kondisinya masih kondusif, meski demikian anggota tetap kita siagakan disana,” pungkasnya. Permasalahan Sengketa di Desa Balian merupakan, lahan plasma kelapa sawit dari PT. Telaga Hikmah III, terjadi Dualisme koperasi pengelola kebun kelapa sawit, yaitu KUD Seiya Sekata dan KUD Balian Sejahtera Abadi. KUD Balian Sejahtera Abadi melalui rapat anggota tahunan dinyatakan sebagai satu-satunya koperasi yang berhak mengelola plasma kelapa sawit Desa Balian.(romi maradona)

Tidak ada komentar: