Palembang,BP
Kekalahan Sriwijaya FC pada laga perdana ISL saat menghadapi Deltras Sidoarjo (29/9)kemarin, kekalahan ini nyaris membuktikan kutukan untuk Sriwijaya FC semakin terbukti maklum tim kesayangan Wong Kito ini tidak pernah menang saat menghadapi laga awal.
Menanggapi kutukan tersebut Presiden Simanis, Qusoy mengatakan, SFC adalah tim tangguh kekalahan saat menghadapi Deltras (29/9) kemarin, adalah faktor kesiapan dan banyaknya pemain yang tidak bisa tampil saat menghadapi Deltras diakibatkan cedera saat latihan seperti yang dialami Kiper SFC Ferri .
“ Ini bukan kutukan hanya suatu kebetulan karena sebagian pemain kita tidak dapat tampil saat menghadapi Deltras, kita tidak tahu menang atau kalah dalam sepak bola semuanya bisa terjadi namun, ini bisa jadi bahan introfeksi untuk manajemen dan pelatih” ujar Presiden Simanis, Qusoy.
Menurutnya Kendala terbesar Sriwijaya FC pada awal musim adalah masalah KITAS dan ITC para pemain asing yang belum kelar sehingga pemain asing tersebut tidak dapat di turunkan karena ITC belum kelar seperti yang dialami Cesar dan Diano ujung-ujungnya kita ngos-ngosan saat melakoni laga awal”ujarnya.
Qusoy menambahkan, saat menghadapi Deltras (29/9)kemarin, dua legiun asing Sriwijaya FC Cesar dan Diano tidak dapat bermain karena kendala ITC hal ini selalu terjadi pada saat awal musim sama halnya seperti musim sebelumnya Ngon Ajam, Pavel Salomin, Tarik el Jenabi juga mengalami hal yang sama yaitu bermasalah dengan ITC.
“ Kami berharap kedepan manajemen bisa bersikap tegas dan jeli terhadap agen pemain karena ini suatu kerugian sehingga kita dibantai oleh Deltras dengan skor 3-1 ini semua diakibatkan karena Diano dan Cesar tidak dapat bermain”ujarnya.
Lebih lanjut Qusoy mengatakan, manajemen SFC harus segera bertindak cepat dan menyelesaikan masalah ITC Diano dan Cesar sehingga kita bisa fokus dalam melakoni laga demi laga “Kita juga kekurangan kuato pemain Asia untuk itu manajemen harus cepat dan jangan sampai hal ini dijadikan tradisi”ungkapnya.
Diakhir perbincangannya Qusoy berharap, untuk kedepan manajemen dapat benar-benar memperhatikan hal ini dan jangan sampai masalah ITC ini terus berlanjut atau mungkin dijadikan tradisi pada awal kompetisi “Kami semua tetap bangga dengan Sriwijaya FC kita berharap SFC bisa menghapus kutukan tersebut pada kompetisi tahun depan untuk saat ini kita jadikan kutukan itu sebagai motivasi untuk tetap menjadi yang terbaik ditanah air” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar