Pertandingan yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang yang mempertemukan Sriwijaya FC vs Persiba Balik Papan (21/10)kemarin, sedikit sekali dari masyarakat sumsel yang menyaksikan secara langsung ke Stadion Jakabaring Palembang pasalnya pertandingan tersebut disiarkan secara langsung di layar kaca.
Hal ini yang membuat sebagian masyarakat lebih memilih menyaksikan pertandingan yang mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC vs Persiba Balik Papan di layar televisi ketimbang harus menyaksikan pertandingan secara langsung di Stadion Jakabaring.
“ Lebih baik menyaksikan pertandingan di TV ketimbang kita harus jauh-jauh menyaksikan pertandingan tersebut ke Stadion Jakabaring kecuali, pertandingan tersebut tidak disiarkan secara langsung di TV baru kita ke stadion”ujar Aan, penggemar SFC.
Ditambahkannya, bukan berarti para penonton yang ada dirumah tidak mau memberikan dukungan secara langsung kepada SFC mengingat ini adalah bulan tua lagi pula menonton dirumah lebih praktis “Kami tetap memberikan dukungan kepada SFC walaupun dari jauh yang jelas, kita tetap memberikan dukungan dan semangat untuk SFC”ujarnya.
Menanggapi hal tersebut Qusoy, ketua Korwil Beladas Simanis mengatakan, masyarakat jadi sungkan untuk datang ke Stadion Jakabaring dikarenakan pertandingan tersebut disiarkan langsung di TV sehingga pemberian dukungan kepada Sriwijaya FC tidak full power disamping itu manajemen mengalami kerugian dari penjualan tiket.
“ Memang pertandingan yang disiarkan secara langsung di TV menyebabkan masyarakat malas untuk datang ke stadion mungkin dibutuhkan kesadaran kepada masyarakat terutama suporter bahwa kedatangan mereka ke stadion sangat dibutuhkan oleh tim karena banyaknya supporter yang memberikan dukungan dapat menambah semangat bagi para pemain,”katanya.
Disisi lain Qusoy mengatakan, pertandingan live juga banyak sekali dampak positifnya yang jelas tim kesayangan Wong Kito dapat disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia sekaligus bisa mensosialisasikan Beladas, selain itu masyarakat bisa menyaksikan bagaimana kinerja wasit dilapangan serta pemain-pemain yang kasar dapat terlihat dan juga dapat menyaksikan permainan-permainan indah oleh tim yang berlaga.
Qusoy menambahkan, masyarakat sumsel tidak seperti di Pulau Jawa meski pertandingan itu live atau tidak stadion tetap rame karena supporter mereka sudah militan ini yang harus di tanamkan kepada seluruh masyarakat sumsel.
“ Sekarang saat nya kita harus berbenah dan dibutuhkan kesadaran penuh bagi msyarakat dan perlu diketahui SFC membawa harum nama sumsel dan selaku warga sumsel sudah sepatutnya memberikan dukungan kepada SFC”imbuhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar