Jumat, 24 September 2010

Tanpa Singa Mania ‘The gangster’ Tetap Jalan

Penyatuan kelompok suporter Sriwijaya FC beberapa waktu lalu, yang telah disepakati oleh ketiga kelompok suporter SFC yaitu Simanis, SMS dan Singa Mania dengan nama the gangsters kini dikejutkan dengan sikap salah satu kelompok suporter SFC Singa Mania yang tiba-tiba mengeluarkan statemen penolakan untuk bergabung.
Meski mendapatkan ancaman dari manajemen yang tidak akan memberikan diskon tiket namun, Singa Mania tetap menolak untuk bergabung dengan kedua kelompok suporter lainnya hal ini mendapatkan respon dari kedua kelompok suporter SFC Simanis dan SMS.
Presiden Simanis, Qusoy mengatakan, sangat kecewa dengan sikap Singa Mania yang menyatakan menolak untuk bersatu menurutnya hal ini tidak masuk akal karena diantara ketiga kelompok suporter ini tidak ada yang permasalahan sebelumnya, bahkan pada saat pertemuan pertama semua kelompok suporter sudah menyepakati untuk bersatu dengan nama baru yaitu the gangster.
“ Kita sudah melakukan musyawarah kemarin lusa bersama pembina harian pak Augie dan dihadiri oleh ketiga kelompok suporter termasuk Singa Mania dalam pertemuan tersebut kami bertiga sudah sepakat untuk bergabung menjadi satu dengan nama baru yaitu the gangsters namun tiba-tiba Singa Mania mengeluarkan pernyataan bahwa Singa Mania menolak untuk bersatu”ujarnya.
Qusoy menambahkan, mereka merasa aneh mengapa tiba-tiba singa mania menyatakan keluar dari the gangster padahal, hal tersebut sudah disepakati meski demikian SMS dan Simanis akan tetap bersatu dengan nama the gangster sesuai dengan yang telah disepakati bersama ‘ Meski Singa Mania menolak untuk bergabung, the gangster akan tetap jalan’ungkapnya.
Lebih lanjut Qusoy menegaskan, kepada manajemen SFC untuk bertindak tegas mengenai permasalahan ini bila perlu segera diadakan konfrensi pers bahwa suporter SFC hanya satu tidak ada Singa Mania, Simanis, dan SMS yang ada hanya the gangster “ kmai minta kepada manajemen untuk menindak tegas kelompok suporter Singa Mania apabila mereka minta bantuan harus ditolak apapun alasannya dan kepada korwil singa mania kami menerima apabila ingin bergabung dengan kami’.tegasnya.
Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh Eddy Ismail ketua SMS menurutnya Singa Mania tidak mau bergabung dengan alasan ingin tetap menggunakan kostum berwarna hijau karena ingin mempertahankan tradisi.
“ Saya rasa Frans mendapatkan tekanan dari anggota yang lain, ini yang membuat Frans tiba-tiba menyakan keluar dan menolak untuk bergabung yang jelas pada intinya mereka tidak mau bersatu kami Simanis dan SMS akan tetap bersatu sesuai dengan instruksi dari bapak gubernur’ujarnya. O cr1

Tidak ada komentar: