PALEMBANG --Meskipun mendukung penuh penyatuan suporter Sriwijaya FC atas ide Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, namun Singa Mania menolak untuk memberikan dukungan dari tribun Timur. Suporter pimpinan Dedi Pranata cs ini lebih memilih bertahan di tribun Utara.
Kami tetap bertahan di tribun Utara, sebab ada ada beberapa alasan kami bersikap demikian dan hal ini sangat prinsip,” kata Dedi Pranata, Kamis (23/9).
Dijelaskan Frans, sapaannya, pertama berdasarkan hasil rapat pengurus dan Korwil-korwil Singa Mania. Kedua karena belum jelasnya konsep dan visi visinya peleburan dan peleburan suporter. Kemudian ketiga tujuan penyatuan baru sebatas legalitas formal untuk dapat fasilitas dan bantuan.
Hal ini sangat bertentangan dengan spirit dan esensi supporter yang seharusnya rela berkorban dan membantu team bukan jadi benalu team meskipun kami bukan kelompok yang anti bantuan.
Keempat, kami pandang dalam penyatuan ini ada tujuan lain selain mendukung SFC,” urai Frans.
Menurut dia segala sesuatu yang dilakukan tanpa perencanaan matang dan instant dikhawatirkan tidak maksimal. Lebih baik kita sama-sama memperbaiki manajemen suporter, beradu kreativitas di lapangan hijau, dan berjalan beriringan tanpa ada provokasi dan keributan.
Wacana bahwa suporter berada dalam satu tribun merupakan upaya yang baik, namun kemudian ada yang beranggapan di luar tribun yang ditentukan adalah suporter liar dan dibubarkan secara paksa justru sesuatu yang konyol karena tidak ada pihak mana pun yang berhak membubarkan Singa Mania karena kami memiliki AD/ART yang menyatakan akan bubar jika Sriwijaya FC bubar,” ujarnya.
Frans sapaannya siap tidak akan mendapatkan diskon/potongan tiket yang dilontarkan manajemen, sebab mereka berpendapat, sudah seharusnya ke depan para suporter mendukung finansial tim dengan membeli tiket tanpa potongan. Selama Sriwijaya FC berdiri maka Singa Mania akan tetap berdiri dan setia mendukung SFC.
Namun kami tetap mendoakan penyatuan suporter ke depan bisa berjalan dengan baik asal langkah-langkah penyatuan bertahap dan tidak dipaksakan apalagi ada tujuan lain,” tegasnya.
Simanis-SMS Satu Tribun
Sementara Simanis-Sriwijaya Mania Sumsel (SMS) akan siap mengenyampingkan ego masing-masing, siap satu tribun, satu yel-yel dan satu dirigen ketika memberikan dukungan kepada SFC. Sebab baginya ide Gubernur Sumsel sudah jelas, suporter harus bersatu.
Sesuai obrolan dan perintah pak Gubernur, suporter harus satu, kami dan SMS sudah sepakat bersatu di Tribun Timur,” jelas Qusoy.
Dia pun tetap mendukung konsekuensi dari pertemuan lanjutan ketiga di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (22/9) lalu. Di luar itu akan ada konsekuensi tegas yang harus diterima suporter dari manajemen. Ide penamaan pun muncul seperti Geng Ster SFC yang berari Gabungan Suporter SFC.”Bahkan ide penamaan pun sudah dibahas dan masih dalam proses,” urai Qusoy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar