Jumat, 08 Mei 2009

Sirozi ” Siswa Jangan Silau Dengan Perguruan Tinggi Bergengsi”




Permasalahan pemilihan perguruan tinggi menjadi pembicaraan hangat siswa-siswi yang tengah menempuh ujian tahun 2009 ini. Tidak sedikit dari mereka mencoba untuk mengikuti berbagai try out untuk mencapai kesuksesan yang maksimal, agar dapat diterima di berbagai perguruan tinggi pavorit baik di dalam maupun di luar negeri.
Beberapa perguruan tinggi baik swasta maupun negeri telah mulai mempromosikan diri lewat advertising hebat dengan penuh daya tarik. Banyak program unggulan menjadi andalan iklan besar-besaran. Famlet, brosur dan masih banyak kertas full colour lain berisi iklan universitas bergengsi dengan berbagai tarif SPP andalan tersebar di kota metropolis ini.
Bukan hal yang mudah dalam menentukan ke mana arah yang akan diambil untuk melanjutkan jenjang perguruan tinggi ini. Oleh sebab itu, banyak siswa yang telah mengumpulkan informasi terkait dengan beberapa perguruan Tinggi yang akan menjadi tempat mereka melanjutkan pendidikan. Seperti halnya Iwan, salah seorang siswa SMA di Yogyakarta yang hingga kini mengaku telah mengantongi berbagai informasi penting mengenai perguruan tinggi di Indonesia.
“Memilih perguruan tinggi itu memerlukan sebuah kejelian, terutama mengenai program studi yang akan di ambil. Harus mempertimbangkan kualitasnya. Baik dari segi akreditasi, prestasi, tenaga pengajar sampai pada biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa masuk di perguruan tinggi tersebut.” Ujar Prof. Dr. Sirozi selaku Pembantu Rektor I IAIN Raden Fatah.
Memasuki dunia perguruan tinggi berarti melibatkan diri dalam situasi hidup dan situasi akademis yang secara fundamental berbeda jauh dengan apa yang pernah dialami dalam lingkungan Sekolah Menengah Atas. Perguruan tinggi bukanlah sekedar lanjutan dari sekolah Menengah Atas, namun pada kenyataannya memiliki jenjang yang lebih tinggi dan merupakan suatu yang hakiki dari taraf pendidikan yang lebih tinggi.
Berbagai upaya telah ditempuh oleh alumni SMK/SMA, baik kursus, pembedahan kisi-kisi SPMB, privat, sampai try out akbar semua itu demi mempersiapkan ujian akhir dan tes masuk perguruan tinggi. Tidak sedikit perguruan tinggi yang mengajukan berbagai persyaratan bagi calon mahasiswa baru.
Drs Abdul Rochim, selaku kepala SMK N I Wonosari, Yogyakarta mengatakan “Banyak siswa yang masih bingung ingin melanjutkan ke mana, namun saya hanya menyarankan kepada mereka untuk tetap melihat potensi diri dan prestasi akademis mereka, hal ini akan bermanfaat untuk memilih program studi yang akan mereka ambil. Sebisa mungkin saya meyakinkan mereka untuk melanjutkan sesuai program yang telah terbekali dari SMK seperti Akuntansi atau bisnis manajeman.”
Inilah gambaran kecil yang ditempuh oleh para siswa untuk mengetahui informasi dan masukan-masukan dari para pendidiknya. Hal ini akan memberikan tambahan pengetahuan terhadap siswa akan program perguruan tinggi, dengan begitu siswa akan mulai mencerna dan mempertimbangkan ke mana arah pendidikan lanjutan mereka.
Selain tenaga pendidik, siswa juga wajib untuk mengakses internet. Informasi mengenai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri tersedia dengan lengkap, menarik, dan cepat untuk di dapat. Ada juga yang memberikan pelayanan on line seperti pada universitas terkemuka, UII dan Universitas Indonesia misalnya. Dengan akses internet ini siswa bisa lebih puas melihat berbagai fasilitas dan biaya kuliah yang ditawarkan.
Tidak menutup kemungkinan banyak siswa yang berminat untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, ketika mereka tergiur dengan fasilitas yang bagus yang dimiliki oleh negara-negara maju sesuai dengan peringkat yang mereka capai pada kategori universitas terbaik dunia.
“Mereka bisa saja memilih melanjutkan ke luar negeri karena mereka merasa memiliki prestasi akademis yang bagus, dan biaya yang mencukupi, atau bahkan mungkin mereka ingin mengubah suasana. Yang tadinya beberapa tahun sekolah di Palembang atau Indonesia, mereka ingin melihat budaya baru dengan suasana yang baru, hal ini bisa saja terjadi sesuai dengan individu siswa” ujar Herizal, yang merupakan salah seorang alumni Canbera University, Australia yang saat ini tengah menjabat sebagai Kepala Unit Bahasa (UBINSA) di IAIN Raden Fatah Palembang.
“Memang jika dibandingkan di luar negeri, seperti di United State, atau di Canada misalnya mereka memiliki fasilitas yang sangat lengkap, sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswanya,seperti kedisiplinan yang timggi, gedung yang bersih sejuk yang dikelilingi oleh taman hijau, perpustakaan 24 jam, internet dan fhotocopy gratis, dan masih banyak fasilitas lain yang memang benar-benar berbeda jauh dengan Negara kita. Namun lagi-lagi semua kembali kepada pertimbangan masing-masing individu. Karena biasanya biaya untuk mahasiswa asing akan dikenakan biaya berapa kali lipat lebih besar daripada mahasiswa lokal.” Lanjut Herizal.
Namun lain halnya dengan Herizal, Sirozi yang merupakan salah satu alumni S2 University of London mengatakan agar siswa jangan terlalu silau akan pendidikan luar negeri. Siswa harus mampu melihat dengan jeli mana yang terbaik sesuai dengan kemampuan akademis siswa. “Memang di luar negeri terutama pada Negara-negara maju memiliki kelebihan tersendiri, misalkan dari segi tenaga pengajarnya yang minimal S3, namun kita harus bisa memilih program studi yang akan kita tempuh sesuai dengan prestasi kita terutama dari segi bahasa dan akademik. Jika memang di Palembang ada yang lebih baik mengapa tidak memilih lokasi yang dekat saja. Untuk menentukan perguruan tinggi itu, siswa harus melihat akreditasi program studi, bagaimana kualitasnya, dan masih banyak pertimbangan lain termasuk biaya yang harus dikeluarkan” tambahnya.
Jika siswa memiliki prestasi yang bagus mereka berkesempatan untuk ,mendapatkan beasiswa baik dalam maupun luar negeri, namun membutuhkan kerja keras yang lebih. Karena siswa harus bersaing ketat dengan peserta lain. Ada beberapa strategi untuk meraih beasiswa terutama luar negeri yaitu hampir semua beasiswa luar negeri menargetkan toefl min 560, IPK 3 , jika siswa memiliki pengalaman organisasi maka cantumkan, Siapkan statement of purpose, pelajari kampus beasiswa yang anda tuju termasuk menghubungi dosen, profesor serta alumni yang pernah tinggal di negara/kota tersebut, buat CV yang sistematis dan tidak bertele-tele.

Tidak ada komentar: